Promo

 

 

 

 

Perlindungan Tanaman

Perlindungan Tanaman

Jakarta, 22 Februari 2010

 

Perlindungan tanaman merupakan usaha manusia untuk mempertahankan klimaks buatan dengan memberikan energy, berupa tindakan pengendalian hama, penyakit, dan gulma (HPG).

·     Pengendalian Gulma

 Pengendalian gulma pada prinsipnya merupakan usaha untuk meningkatkan daya saing tanaman pokok dan melemahkan daya saing gulma.

Pengendalian gulma harus memperhatikan teknik pelaksanaan di lapangan (faktor teknis), biaya yang diperlukan (faktor ekonomis), dan kemungkinan dampak negative yang ditimbulkannya.

  1.   Konsep ambang ekonomi

 Untuk mendapatkan hasil pengendalian yang baik, perlu diterapkan system pengendalian terpadu. Hal tersebut dilakukan dengan pengelolaan populasi hama/penyakit/gulma yang memanfaatkan semua teknik pengendalian yang sesuai –sekompatibel mungkin. Hal ini  bertujuan untuk mengurangi populasi hama/penyakit/gulma dan mempertahankannya di bawah ambang populasi hama/penyakit/gulma yang dapat mengakibatkan kerusakan ekonomi.

     2.     Status gulma di perkebunan kelapa sawit

Pengendalian gulma di perkebunan kelapa sawit dilakukan pada dua tempat, yaitu di piringan dan gawangan (interrow). Ada tiga jenis gulma yang perlu dikendalikan, yaitu ilalang di piringan dan gawangan, rumput-rumputan di piringan, serta tumbuhan pengganggu /anak kayu di  gawangan.

     3.     Pengendalian ilalang

Ilalang adalah gulma yang sangat berbahaya dan mutlak harus dikendalikan.

  Sehubungan dengan pengendalian gulma, berikut beberapa jenis herbisida yang efektif dalam mengendalikan  gulma :

·         TOPZONE 276 SL adalah herbisida kontak berbahan aktif paraquat diklorida 276 gl terdaftar di Departemen  Pertanian dengan No. Pendaftaran RI. 2992/11/2007/T sehingga sudah mendapat ijin untuk diperdagangkan diseluruh wilayah Indonesia. Topzone 276 SL sangat efektif untuk mengendalikan gulma pakisan, krisan, berdaun lebar dan gulma campuran lainnya di areal perkebunan.

 Perlakuan herbisida Topzone 276 SL + Metsulindo 20 WP dengan dosis dibawah standar kebun P4. (50 ml + 2,5 gr/15 ltr air) sangat efektiv mengendalikan gulma pakisan (stenoclaena,  SP, neprolepis).

 

 

·           ELANG 480 SL adalah hebisida sistemik berbahan aktif isopropyl amina glyfosat 480 g/l terdaftar di Departemen Pertanian dengan No. Pendaftaran RI. 1170/11/2006/T sehingga sudah mendapat ijin untuk  diperdagangkan diseluruh wilayah Indonesia. Elang 480 SL sangat efektif untuk mengendalikan gulma  berdaun sempit, teki-tekian dan gulma campuran lainnya di areal perkebunan.

Perlakuan herbisida Elang 480 SL dengan dosis dibawah standar kebun P5. (100 ml/15 lt air) sangat  efektif mengendalikan gulma grasses (ageratum conzaides, cynodon dactylon)

 

 

 

·           METSULINDO 20 WP adalah herbisida pra dan purna tumbuh berbahan aktif metil metsulfuron 20% terdaftar di Departemen Pertanian dengan No. Pendaftaran RI. 1484/3/2006/T sehingga sudah   mendapat ijin untuk diperdagangkan diseluruh wilayah Indonesia. Metsulindo 20 WP bersifat sinergis dan menambah  daya efikasi apabila dilakukan pencampuran dengan Elang 480 SL maupun dengan Topzone 276 SL dalam  mengendalikan gulma berdaun lebar, anak kayu, pakisan dan gulma campuran lainnya di areal perkebunan.

 ·          SMART 486 AS adalah herbisida sistemik purna tumbuh  berbahan aktif  isopropilamina glifosat 486 g/l,(Imperata cylindrica) pada lahan tanpa tanaman dan pertanaman kelapa sawit, gulma berdaun  lebar dan berdaun sempit pada pertanaman teh. berwarna coklat kekuningan berbentuk larutan dalam air yang efektif untuk mengendalikan gulma  alang-alang 

Dari hasil uji evikasi di kebun Pinang Sebatang Divisi I, Herbisida Smart 486 AS efektif  untuk  mengendalikan gulma umum pada tanaman kelapa sawit dan lapangan terbuka.

Dosis maksimum untuk mengendalikan gulma umum yang baik adalah dosis 75 cc/15 liter air.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai herbisida yang tepat dan ekonomis dalam pengendalian gulma dan ilalang, silahkan menghubungi kami  atau kirimkan email ke : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

 Sumber : oleh Iyung Pahan, Panduan Lengkap Kelapa Sawit.

 

Produk

Herbisida

Selanjutnya


Fungisida

Selanjutnya

Fungisida


Insektisida

Selanjutnya

Insektisida


Pupuk

Selanjutnya

Pupuk


 Rodentisida

 Selanjutnya