Promo

 

 

 

 

2010, Harga CPO Membaik
News

Beberapa analisis harga di Palm Oil Conference (POC) yang berlangsung tgl. 8-10 Maret 2010 di Kuala Lumpur, optimis harga CPO bergerak naik sepanjang tahun ini. Imbas dari El Nino diperkirakan menyebabkan rendahnya produksi CPO sehingga menekan suplai.  

Gejala El Nino yang melanda daerah perkebunan sawit semenjak tahun lalu di Indonesia dan Malaysia, menjadi  faktor pendorong utama kenaikan harga CPO. Musim kering yang dibawa El Nino akan berdampak negatif kepada hasil produksi tahun ini. Walhasil, suplai CPO mengalami tekanan karena rendahnya produksi.

Direktur Godrej International, Dorab Mistry, mengatakan efek El Nino telah terbukti dengan turunnya produksi CPO Malaysia pada tahun 2009. Penyebab lain, replanting pemerintah dan siklus biologis tanaman sawit juga ikut berpengaruh.

Gejala El Nino, kata Dorab, akan terus berlangsung sehingga diperkirakan menekan produksi CPO di kuartal III dan IV 2010, layaknya siklus biologis tahun-tahun sebelumnya.

Senior Oilseed Analyst Prudential Bache Commodities, LLC, Anne Frick menjelaskan, ada beberapa faktor kunci yang mempengaruhi produksi minyak sawit, yaitu :

1.       1. Tingkat curah hujan yang dibawah rata-rata dapat berimbas kepada produktivitas CPO

2.       2. Pertambahan luas lahan kelapa sawit yang telah tertanam di Indonesia.

3.       3. Peningkatan produktivitas CPO Malaysia

Kondisi perekonomian dunia tahun ini yang diperkirakan akan lebih baik dari tahun lalu. Tentu saja berpengaruh positif kepada permintaan CPO yang kemungkinan tidak diimbangi suplai memadai. Jika ini terjadi, harga CPO dapat terkerek di atas US$ 750/ton sepanjang tahun ini.

Chairman LMC International Ltd, James Fry menilai, kondisi harga CPO yang sudah di atas US$ 750/ton, disebutnya “sudah cukup tinggi”. Di dalam presentasinya dijelaskan pergerakan minyak bumi tetap menjadi faktor kunci posisi harga CPO. Saat ini, tinggi harga minyak bumi mendorong adanya suplai dan mengurangi permintaan.

Andaikata harga minyak nabati melebihi harga minyak bumi, jelas Fry, sektor biodiesel sangat dirugikan karena konsumen akan menghentikan konsumsinya.

“Tampaknya, harga CPO berkisar RM 2.600/ton dan bergerak normal di level RM 2.400/ton sampai akhir tahun,” ungkap Fry.

Thomas Mielke memprediksi CPO dapat mencapai harga US$ 810/ton untuk FOB Indonesia, asalkan tidak ada faktor yang mengganggu seperti penurunan produktivitas sebagai akibat musim kemarau berkepanjangan.

“Meski demikian, harga CPO sangatlah spekulatif sekali. Kisaran harga berada antara RM 2.400 sampai RM 2.900. Tetapi harga rerata RM 2.550,” jelas Mielke kepada Business Times.

Sementara itu Dorab Mistry merujuk kepada tindakan India yang akan mengimpor 9 juta ton minyak nabati dimana kebutuhan impor CPO melonjak 620 ribu ton menjadi 7,39 juta ton pada 2010, dari tahun 2009 sebanyak 6,77 juta ton.

Tingginya impor India ini disebabkan konsumsi per kapita minyak nabatinya yang naik menjadi 13,11 Kg. Untuk tahun ini diperkirakan konsumsi masyarakat India sebesar 15,4 juta ton.

Harga CPO, kata Dorab, akan bergerak diantara RM 2.800 – RM 3.200/ton yang akan dipengaruhi harga minyak bumi dan penguatan kurs mata uang dollar. “Diperkirakan terjadi bullish pada semester kedua 2010 dan kuartal I 2011,” kata Dorab.

Prediksi Harga CPO 2010

 

 

Sumber : Majalah InfoSawit Vol. IV No. 4, April 2010

 

Produk

Herbisida

Selanjutnya


Fungisida

Selanjutnya

Fungisida


Insektisida

Selanjutnya

Insektisida


Pupuk

Selanjutnya

Pupuk


 Rodentisida

 Selanjutnya